PKKMB DAY 1 | MATERI PERTAMA
Era Society 5.0 dan Peran Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
Rangkuman ini membahas pentingnya pengembangan karakter mahasiswa dalam menghadapi tantangan dan peluang di era Society 5.0. Yang di sampaikan oleh bapak Vicky Dzulkarnain M. M pada saat pembahasan materi tadi pagi. Materi ini menyoroti bagaimana pendidikan karakter, etika, dan nilai-nilai kebangsaan menjadi fondasi penting bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Society 5.0 adalah sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Pada era ini, masyarakat diharapkan mampu menyelesaikan berbagai tantangan sosial dengan memanfaatkan inovasi yang lahir di era Revolusi Industri 4.0. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia melalui pemanfaatan big data dan Artificial Intelligence (AI).
Informasi dalam jumlah sangat besar dari dunia nyata terakumulasi di dunia maya, lalu dianalisis dengan AI. Hasil analisis ini dikembalikan ke manusia dalam dunia fisik dalam berbagai bentuk. Proses tersebut memungkinkan orang, benda, dan sistem terhubung secara konvergen, sehingga melahirkan nilai baru bagi industri maupun kehidupan sosial dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
Dunia Pendidikan di Era Society 5.0
Peran pendidikan dalam era ini tidak hanya sekadar mentransfer ilmu, melainkan menekankan pada pendidikan karakter, moral, dan keteladanan. Ilmu pengetahuan memang dapat digantikan oleh teknologi, tetapi soft skill dan hard skill yang dimiliki peserta didik tetap tidak tergantikan.
Selain itu, tantangan menuju Indonesia Emas meliputi kesenjangan ekonomi, ketimpangan dalam pendidikan, serta meningkatnya intoleransi. Oleh karena itu, dunia pendidikan harus mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia, kreatif, inovatif, dan memiliki empati sosial.
Potensi Kejahatan di Masa Depan
Seiring berkembangnya teknologi, era Society 5.0 juga menghadirkan bentuk kejahatan baru, antara lain:
-
Kesehatan: kloning DNA ilegal, manipulasi data kesehatan, dan rekayasa obat-obatan.
-
Komputer: peretasan sistem terenkripsi, rekayasa AI, hingga penyadapan perangkat VR.
-
Hiburan: penyalahgunaan VR untuk aktivitas ilegal.
-
Budaya: fenomena pernikahan manusia dengan AI dan diskriminasi digital.
-
Kota: peretasan infrastruktur kota.
-
Lingkungan: rekayasa genetika makhluk hidup hingga manipulasi iklim.
-
Pendidikan: penggunaan AI pasar gelap untuk mengerjakan tugas serta penyalahgunaan obat penambah kecerdasan.
Kejahatan ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan regulasi, moral, serta kesadaran etika masyarakat.
Mahasiswa sebagai Generasi Penerus Bangsa
Mahasiswa memiliki peran penting sebagai motor perubahan. Mereka dituntut untuk:
-
Berkontribusi kepada masyarakat.
-
Bersikap disiplin, jujur, berintegritas, serta menghormati hak orang lain.
-
Bertanggung jawab, bekerja keras, dan tidak menyalahkan orang lain.
-
Menjadi pribadi berakhlak mulia (Iron Stock).
-
Membawa perubahan positif (Agent of Change).
-
Menjaga nilai keadilan, empati, dan integritas (Guardian of Value).
-
Menjadi kekuatan moral yang mencerminkan karakter intelektual (Moral Force).
-
Menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah (Social Control).
Selain itu, melalui Tridarma Perguruan Tinggi, mahasiswa berperan dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadikan mahasiswa agen perubahan yang dapat memperkuat persatuan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Peran Mahasiswa dalam Menjaga Ketertiban Masyarakat
Mahasiswa juga berperan aktif dalam menjaga ketertiban masyarakat, antara lain dengan:
-
Menjunjung tinggi toleransi, keakraban, dan menghormati hak asasi.
-
Melaporkan gangguan ketertiban di kampus kepada pihak berwenang.
-
Menjaga lingkungan dan sarana prasarana kampus.
-
Mendorong UKM kampus untuk melakukan kegiatan sosial.
-
Berperan dalam penyampaian pendapat di muka umum secara bebas, bertanggung jawab, dan sesuai aturan.
-
Aktif mengamplifikasi pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui media sosial.
Rekomendasi
Untuk menghadapi era Society 5.0 dan tantangan menuju Indonesia Emas, mahasiswa perlu:
-
Mengoptimalkan waktu untuk mempelajari ilmu pengetahuan, membangun integritas, serta mengasah soft skill dan hard skill.
-
Berorientasi pada perubahan positif untuk kepentingan bangsa dan negara.
-
Menumbuhkan motivasi, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.
-
Menjunjung nilai keadilan, kejujuran, dan empati.
-
Menerapkan prinsip think globally, act locally secara inklusif dan berkelanjutan.
PKKMB DAY 1 | MATERI KEDUA
Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri: Universitas Lampung
Pengisi materi kedua pada PKKMB Uiversitas Lampung ialah; Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., MT. menjelaskan bahwa di era digital dan revolusi industri, perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk menghasilkan lulusan yang unggul secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan, sedangkan universitas wajib menyediakan ekosistem yang mendukung lahirnya inovasi, riset, dan kolaborasi.
Salah satu kampus yang konsisten melakukan transformasi adalah Universitas Lampung (Unila). Dengan berbagai strategi dan pencapaian, Unila berkomitmen menjadi universitas riset sekaligus kewirausahaan yang berdaya saing global.
Kepemimpinan Unila
Pengelolaan Unila berada di tangan top management yang solid:
-
Rektor: Prof. Dr. Lusmeilia Afraini
-
Wakil Rektor Bidang Akademik: Prof. Dr. Suripto Dwi Yuwono
-
Wakil Rektor Bidang Keuangan & Umum: Dr. Habibullah Jimad
-
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni: Prof. Dr. Sunyono
-
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan IT: Prof. Dr. Ayi Ahadiat
Tonggak Perkembangan Unila
Transformasi Unila diarahkan melalui milestone pengembangan berikut:
-
2022–2025: Penguatan pembelajaran berbasis riset untuk daya saing regional & internasional.
-
2026–2030: Penguatan riset berbasis inovasi.
-
2031–2035: Menjadi universitas riset dan merintis universitas kewirausahaan.
-
2036–2040: Memperkuat universitas kewirausahaan.
-
2041–2045: Fase stabil sebagai universitas kewirausahaan.
Strategi BE STRONG
Visi Unila dirangkum dalam konsep BE STRONG, yang menjadi arah pengembangan universitas:
-
B — Business Sector, Finance, Investment, and Assets
-
E — Empowerment of Human Resources
-
S — Services for Community
-
T — Teaching
-
R — Research
-
O — Organizational Partnerships
-
N — Network Infrastructure
-
G — Good University Governance
Akreditasi Nasional dan Internasional
Sebagai bukti kualitas, Unila memiliki:
-
128 program studi terakreditasi nasional:
-
Unggul: 38
-
A: 12
-
Baik Sekali: 43
-
B: 17
-
Baik: 18
-
-
Akreditasi internasional:
-
1 Prodi terakreditasi RSC
-
15 Prodi terakreditasi ASIIN
-
14 Prodi terakreditasi FIBAA, termasuk Ilmu Hukum, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Komunikasi, dan Sosiologi
-
Selain itu, Unila menjadi anggota lembaga internasional seperti AACSB, EFMD Global, AUN-BE, ASEAN University Network, dan AUN-QA.
Fasilitas dan Kolaborasi
Untuk mendukung mahasiswa, Unila menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari perpustakaan, laboratorium, pusat inovasi, fasilitas olahraga, hingga asrama mahasiswa.
Unila juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional. Kolaborasi ini membantu meningkatkan pengakuan global dan memperkuat reputasi Unila sebagai universitas yang siap bersaing di era digital.
Penutup
Dengan visi yang jelas, strategi yang terukur, dan dukungan fasilitas modern, Universitas Lampung siap menjawab tantangan era digital dan revolusi industri. Tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu, tetapi juga membentuk generasi yang inovatif, berdaya saing, dan siap membawa perubahan positif bagi bangsa.
PKKMB DAY 1 | MATERI KETIGA
Transformasi Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan
PKKMB DAY 1 | MATERI KEEMPAT
Wawasan Kebangsaan, Jati Diri Bangsa, Kesadaran Bela Negara, dan Peran Mahasiswa dalam Era Digital
Brigjen TNI Haryantana, S.H., Komandan Korem 043/Gatam, menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan adalah kesamaan cara pandang ke dalam (inward looking) dan ke luar (outward looking) dalam menyikapi berbagai permasalahan bangsa. Wawasan ini mencerminkan pandangan proaktif untuk membangun bangsa yang mandiri dan tangguh, dengan mengedepankan pengembangan moral, karakter, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dalam bingkai persatuan dan kesatuan.
Wawasan kebangsaan terdiri atas tiga unsur utama:
-
Rasa kebangsaan – perasaan cinta, bangga, dan memiliki terhadap bangsa dan negara.
-
Paham kebangsaan – pemahaman terhadap konsep kebangsaan, termasuk sejarah, nilai-nilai, dan tujuan nasional.
-
Semangat kebangsaan – motivasi untuk berbuat demi kepentingan bangsa dan negara.
Nilai dasar dari wawasan ini antara lain penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, serta tekad bersama untuk hidup dalam kebangsaan yang bebas, merdeka, dan bersatu.
Namun, tantangan terhadap jati diri bangsa terus mengemuka, seperti menurunnya rasa cinta tanah air, hilangnya semangat bela negara, serta terkikisnya pemahaman terhadap Pancasila. Ancaman nyata seperti narkoba, radikalisme, dan intoleransi menjadi isu krusial yang perlu diwaspadai bersama. Kehilangan jati diri ini bisa berdampak langsung pada lunturnya rasa nasionalisme.
Oleh karena itu, kita semua—terutama generasi muda—dituntut untuk memiliki karakter yang kuat, tujuan hidup yang jelas, semangat kerja keras, keberanian berkompetisi secara sehat, serta ketaatan pada aturan. Hal ini mencakup pula rasa cinta terhadap bangsa, penghargaan terhadap perbedaan, empati terhadap sesama, serta kemampuan memahami sudut pandang orang lain. Dalam konteks ini, sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan sangat penting untuk menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, mencegah konflik, dan menciptakan suasana yang aman dan damai.
Menanggapi tantangan zaman yang semakin kompleks, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, menekankan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan harus dibekali dengan literasi digital, etika berinteraksi di ruang maya, dan keterampilan memanfaatkan teknologi, tidak hanya untuk pendidikan dan riset, tetapi juga untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial.
Di era digital dan global saat ini, mahasiswa diharapkan aktif dalam organisasi, mampu berinovasi, berpikir kreatif, serta ikut serta dalam proses transformasi pendidikan. Dengan cara itu, mereka tidak hanya siap menghadapi tantangan akademik, tetapi juga mampu menjaga jati diri bangsa dan membangun kesadaran bela negara di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.
Peran Mahasiswa di Era Digital: Literasi, Inovasi, dan Pengembangan Diri di Universitas Lampung
Di era digital saat ini, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan terlibat aktif dalam berbagai aspek kehidupan kampus maupun masyarakat. Prof. Dr. Sunyono, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung, menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab tantangan global dan teknologi.
1. Adaptasi Mahasiswa terhadap Era Digital
Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, seperti:
-
Pemahaman teknologi, termasuk penguasaan aplikasi pembelajaran dan perangkat lunak pendukung proses belajar.
-
Pengembangan keterampilan digital agar siap menghadapi persaingan global.
-
Kolaborasi daring, bekerja sama secara online dalam berbagai proyek akademik dan non-akademik.
Selain itu, literasi digital menjadi bekal penting untuk menghadapi arus informasi di dunia maya. Mahasiswa dituntut untuk:
-
Mampu mengevaluasi informasi secara kritis,
-
Menjaga etika digital dalam berinteraksi di ruang maya,
-
Dan membangun komunikasi efektif secara digital.
2. Kontribusi Mahasiswa dalam Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Peran mahasiswa juga meliputi kontribusi terhadap inovasi, seperti:
-
Menawarkan solusi kreatif untuk masalah sosial dan pendidikan,
-
Terlibat dalam partisipasi aktif organisasi, dan
-
Memanfaatkan big data dalam riset dan pengembangan.
Transformasi pendidikan turut menuntut pergeseran metode pembelajaran, di mana mahasiswa perlu:
-
Menyesuaikan diri dengan pembelajaran daring,
-
Mengikuti metode campuran (blended learning),
-
Serta mengikuti evaluasi berbasis teknologi.
3. Strategi Pengembangan Mahasiswa di Era Digital
Agar mampu bertahan dan tumbuh, mahasiswa perlu menerapkan strategi berikut:
-
Pola pikir belajar sepanjang hayat, yang mencakup adaptasi terhadap teknologi, pemahaman tren global, dan motivasi internal.
-
Ketahanan pribadi, termasuk fleksibilitas mental, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan mengelola stres.
4. Sistem Pengembangan Kemahasiswaan di Universitas Lampung
Untuk mendukung pengembangan soft skill dan karakter mahasiswa, Universitas Lampung melalui program Belmawa tahun 2025, menghadirkan beberapa program unggulan:
-
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mengarah ke ajang PIMNAS,
-
Program Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PKK ORMAWA) seperti kegiatan Adidaya,
-
Dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang bermuara pada kegiatan KMI Expo.
Selain itu, terdapat peran penting dari UPA BK Satgas PPK-PT dalam memberikan edukasi terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPK-PT) serta Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sebagai bagian dari perlindungan terhadap mahasiswa.
5. Fasilitas dan Dukungan Kesehatan
Universitas Lampung juga menyediakan dukungan melalui Poliklinik Universitas, yang memperkenalkan Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 (TK1) bagi mahasiswa. Hal ini bertujuan agar mahasiswa memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai selama menempuh studi.
6. Perkenalan dan Peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan minat serta bakat, Universitas Lampung menampilkan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kepada mahasiswa baru. UKM ini menjadi wadah eksplorasi dan aktualisasi diri mahasiswa di luar kegiatan akademik.
Beberapa kategori UKM di Unila antara lain:
-
Organisasi Mahasiswa: BEM KBM, DPM/MPM KBM
-
Kebangsaan dan Bela Negara: Menwa, Pramuka
-
Kemanusiaan dan Sosial: KSR-PMI
-
Pecinta Alam: MAPALA
-
Hobi dan Keterampilan: Filateli, KOPMA, UKM-BS, UKPM Teknokra, ZOOM
-
Spiritual: Birohmah, UKM Kristen Protestan, Hindu, Budha
-
Olahraga: Basket, Bulu Tangkis, Voli, Sepak Bola, Atletik, dan beladiri
-
Kreatif dan Bahasa: Radio Kampus, English Society (ESo), UKM Penelitian, Paduan Suara Mahasiswa.
0 Komentar